Kamis, 28 Februari 2019

Wanita dalam Setumpuk Kertas

          
 "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim,baik laki laki dan wanita tidak terlepas dari kewajiban menuntut ilmu."
Nahhh mungkin kita sering mendengar sebuah ungkapan "Dibalik laki laki yang sukses terdapat wanita hebat dibelakangnya" menandakan begitu mulia nya peranan wanita dalam pandangan hati.
Bagaimana Rasulullah menyebut nama wanita 3x dibandingkan laki laki yang hanya 1 kali.
Berkenan dengan perannya itu perlukah Wanita berpendidikan tinggi?
Banyak orang awam yang berpandangan bahwa seorang wanita tidak perlu aktiv dalam mengembangkan inteligensinya karena nanti pada akhirnya wanita akan menjadi ibu rumah tangga dan mengurus keluarganya. Pandangan tersebut tidak salah karena itu kewajiban kodrat seorang wanita.
Walaupun begitu, bukan berarti wanita tidak perlu berpendidikan tinggi.
dipikir logika aja seorang guru yang mengajari anaknya orang dalam sehari aja harus berpendidikan minimal S1 apalagi seorang ibu yang mengajari anaknya mulai bayi sampai menjadi dewasa harus S berapa ya?wkwk
So, wanita menuntut ilmu dengan berpendidikan tinggi bukan berarti tujuan utamanya buat mengejar karier tapi pada dasarnya wanita(ibu) nanti menjadi madrasah utama bagi anak-anaknya 
(Al -Ummu madrasah Al-ula) dalam jangka panjang hingga ke dunia sampai ke akhirat  dan menjadi motivator yang baik bagi suaminya. Tapi keep remember ya yang utama belajarlah tentang ilmu agama karena agama itu urusan pribadi bukan bersama.
tidak peduli kelak kita akan menjadi wanita karier atau ibu rumah tangga yang penting tetap wajib memiliki pendidikan yang tinggi dan berilmu,jika tidak bisa memiliki pendidikan yang tinggi setidaknya ada keinginan untuk belajar dan menuntut ilmu meskipun tidak dibangku pendidikan.


Wanita itu cantik jika berilmu dia tidak menonjolkan emosi dalam berdebat melainkan kedalaman ilmu dan akhlaknya yang memikat.


"Jika nanti aku hanya menjadi seorang wanita yang lulusan sarjana lalu berkarier dan tetap memprioritaskan menjadi ibu rumah tangga jangan marahi aku itulah pekerjaan mulia,karena seorang muslimah sejati tak enggan untuk menjawab, "I'm a full time mom and wife at home and i love it" - @Fiorentds


Selasa, 18 Desember 2018

My story


Assalamualaikum warrahmatullah
       Hello readers,ada pepatah bilang "Tak kenal maka tak sayang" tapi kalo udah sayang jangan ditinggal terus pura pura ga kenal ya *ehhhh  hehe jadi disini aku mau introduction my self namaku fio rentin dwi syah putri nama yang amat panjang dan bikin kesel ketika ada test tulis karena harus sabar ngelingkari nama sepanjang itu apalagi aku pernah jadi pejuang test wkwk ahhh menunggu kabar dia aja sabar apalagi cuma ngelingkari nama :v banyak yang bilang sih *Namamu kok kayak nama club sepak bola  nahh fyi,ayahku itu fans sepak bola banget jadi nama semua anaknya yaa ngambil dari club sepak bola selain itu namaku pasti mengandung arti dong yaa hehe karena sebuah nama adalah titipan doa yang harus kita amanahin.
     Oh yaa shortname ku bisa di panggil apa aja yang penting halal hahaha
Aku lahirr 23 november 1999 dari 3 bersaudara yang pasti nya aku anak kedua dari kakak cowo dan adek cowo kakaku cowo udah lulus kuliah langsung kerja dan langsung ngelamar wanita dalam waktu yang cukup singkat tanpa melalui pacaran :v dan adeku cowo atau partner berantem kalo di rumah sekarang kelas 5 Sd  kebayang kann aku anak cewe sendiri yang selalu diajak berantem sama 2 saudara cowoku itu tapi allhamdulillah sih aku punya kakak cowo yang ngelindungin banget  yang sayang nya banget ke aku always pride dong tapi disisi lain aku selalu banyak merepotkan mereka know lah yaa dari hal sepele yang auto bikin aku sakit dan bikin mereka kebingungan emmm
    Dan sekarang aku kuliah di UMM prody pendidikan bahasa inggris awalnya sih gaada niatan kuliah disitu karena aku gagal SNMPTN,SBMPTN,SPANPTKIN,UMPTKIN dan aku daftar jalur mandiri di undiksha negeri Singaraja bali Allhamdulillah aku LOLOS tapi aku tetap milih di UMM because banyak hal yg menyakinkan buat aku milih kuliah di UMM btw jlebb kan yaa gimana rasa nya jatuh bertubi dibalik perjuanganku yang gapernah ada habisnya but dibalik takdir sekarang aku bersyukur karena Allah memberi apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan nahh aku sejak dulu pengen banget jadi dokter bahkan guru-guruku dulu selalu mengingatkan cita citaku itu tapi sayang*iyaa sayang Allah memberi jalan lain buat aku dan now i'm believe masa depan bukan tergantung apa yang kita lakukan hari ini tapi masa depan terjadi dengan berbagai fase dan pemberian Allah yang memang benar kita butuhkan.
     Fyi, allhamdulillah sejak TK-SMA aku tergolong siswa berprestasi karena Ayahku selalu bilang "Pendidikan itu penting,kamu pasti bisa mempertahankan kemampuan yang kamu miliki,niatkanlah untuk tujuan masa depanmu,tapi tetap utamakanlah sholat dan akhirat agar tujuan duniamu mengikuti" ayahku so sweet banget kan :" jadi setiap nilaiku turun pasti aku always di marahin dari tekanan itu menjadikan aku lebih kuat untuk menghadapi berbagai permasalahan.
    Kalo masalah pendidikan aku always curhat ke ayah tapi kalo masalah feel ataupun loving aku curhat ke ibu haha qadarullah bersyukur punya mereka apalagi ibu yang sabar ngajarin aku menjadi wanita kuat,sabar,pantang menyerah,sampek ngajarin aku masak mulai sejak SD dan sekarang aku benar benar ngerasain hikmah ketika jauhh dari orangtua karena jarak :" dan sampek saat ini pesan ibuku ku ingat "Meskipun nanti menjadi wanita karir,tetap harus ingat tugas utama nya yaitu harus bisa masak untuk keluargamu nanti karena wanita lak cuma ngandalkan fisik e ae gaada apa apanya soale mbesok suamimu yo bakal nggolek wanita sng iso dadi ibu dan makmum gae keluarga "HAHAHA seketika ngakak so hard and u know lah aku sama ibuku udah kayak kakak adek bahkan kayak sahabat jadi terbuka banget dong tentang apapun itu.btw udahan dulu yaa(maksutnya udahan dulu cerita nya) bukan sillahturahminya wkwk next story again aku bakal ngasih story yang bikin kalian termotivasi dan jangan bosan ngeread story panjangkuu ini karena masih panjang perjalanan hidup kita kok *eaaaaa  nahh dari storyku tadi bisa disimpulkan kan kalo hobbyku menulis cerpen,memasak,and yang pasti travelling dong.

"PMM 67 lakukan Penerapan Ilmu Parenting bersama Alam"

                 In frame : Dhofwatul 'Aisyi bersama anak-anak kampung Italem, Dusun Sekarputih Desa Pendem Kecamatan Junrejo-Kota Batu,...